Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan yang Oke Buat PT
Meskipun era digital merajalela, permintaan untuk surat lamaran kerja yang ditulis tangan kadang masih muncul, terutama di beberapa perusahaan atau posisi tertentu. Surat lamaran tulis tangan dianggap punya nilai plus tersendiri, menunjukkan keseriusan, ketelitian, dan bahkan karakter pelamar. Ini bukan sekadar formalitas kuno, tapi bisa jadi cara perusahaan menyaring kandidat di tahap awal. Menulis surat lamaran kerja di PT sebagai karyawan secara tulis tangan memang butuh perhatian ekstra dibanding ketik komputer. Salah coret sedikit, harus mengulang dari awal. Makanya, persiapan matang itu penting banget sebelum kamu mulai menulis.
Image just for illustration
Kenapa Masih Ada yang Minta Surat Lamaran Tulis Tangan?¶
Pertanyaan ini sering muncul di benak para pencari kerja modern. Bukannya lebih praktis kalau diketik rapi di komputer? Ternyata, ada beberapa alasan kenapa beberapa perusahaan, termasuk PT, masih meminta surat lamaran ditulis tangan. Pertama, ini bisa jadi cara untuk menilai originalitas pelamar. Surat yang diketik seringkali hanya hasil copy-paste dari berbagai sumber di internet. Dengan tulisan tangan, perusahaan bisa melihat effort dan keaslian setiap kata yang ditulis oleh pelamar itu sendiri.
Kedua, tulisan tangan bisa memberikan gambaran awal tentang kepribadian atau setidaknya tingkat kesabaran dan ketelitian seseorang. Bagaimana kerapian tulisannya, bagaimana dia mengatur spasi, apakah ada coretan atau tidak, semua ini bisa menjadi indikator bagi HRD atau calon atasan. Bayangkan jika melamar posisi yang membutuhkan ketelitian tinggi, tulisan tangan yang rapi dan bebas coretan tentu akan jadi nilai tambah. Ini menunjukkan bahwa kamu mampu bekerja dengan detail dan hati-hati, bahkan dalam hal sekecil menulis surat.
Ketiga, dalam beberapa kasus, ini bisa jadi bagian dari tes awal untuk melihat apakah pelamar bisa mengikuti instruksi dengan baik. Jika lowongan dengan jelas meminta surat ditulis tangan, namun pelamar malah mengirimkan versi ketikan, ini menunjukkan dia tidak teliti membaca persyaratan. Jadi, jangan remehkan permintaan ini. Anggap saja ini kesempatan untuk menunjukkan dedikasi dan kemampuan kamu untuk mengikuti aturan. Memang butuh waktu lebih, tapi effort ini bisa membedakanmu dari pelamar lain.
Komponen Penting dalam Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan¶
Sama seperti surat lamaran pada umumnya, surat lamaran kerja tulis tangan juga memiliki struktur standar yang harus diikuti. Kepatuhan terhadap struktur ini menunjukkan profesionalisme dan pemahaman kamu tentang etika surat menyurat resmi. Ada beberapa bagian utama yang wajib ada, mulai dari informasi pengirim dan penerima, isi surat, hingga penutup. Setiap bagian punya peran penting dalam menyampaikan pesan lamaran kerja kamu secara efektif dan terorganisir. Jangan sampai ada bagian yang terlewat atau posisinya salah, karena ini bisa mengurangi nilai surat lamaranmu di mata rekruter.
Bagian Atas: Data Diri dan Tujuan¶
Bagian paling atas surat berisi informasi dasar yang sangat krusial. Ini mencakup tempat dan tanggal pembuatan surat. Tuliskan kota tempat kamu menulis surat dan tanggal lengkapnya, misalnya “Jakarta, 26 Oktober 2023”. Setelah itu, cantumkan perihal surat, yaitu “Lamaran Kerja” atau “Permohonan Kerja”. Ini memudahkan penerima surat untuk langsung mengetahui tujuan surat kamu. Jangan lupakan lampiran jika ada, misalnya “Lampiran: Satu Berkas”. Pastikan jumlah lampiran sesuai dengan dokumen yang benar-benar kamu sertakan.
Di bawah perihal dan lampiran, cantumkan detail penerima surat. Ini biasanya dimulai dengan “Kepada Yth.” diikuti nama jabatan atau nama HRD jika kamu tahu. Contohnya, “Kepada Yth. Manajer Sumber Daya Manusia” atau “Kepada Yth. Bapak/Ibu [Nama HRD]”. Tuliskan juga nama PT yang kamu tuju dengan lengkap, beserta alamatnya. Usahakan alamatnya detail sampai ke jalan, nomor, dan kota. Ini menunjukkan kamu serius dan tahu persis ke mana surat ini ditujukan. Menulis bagian ini dengan rapi dan akurat adalah langkah pertama menunjukkan profesionalisme kamu.
Isi Surat: Mengapa Anda Cocok?¶
Ini adalah jantung dari surat lamaranmu, bagian di mana kamu “menjual” dirimu kepada perusahaan. Awali dengan sapaan hormat, misalnya “Dengan hormat,”. Kemudian, jelaskan dari mana kamu mendapatkan informasi lowongan kerja tersebut, apakah dari iklan di surat kabar, situs web perusahaan, atau informasi dari teman. Menyebutkan sumber informasi menunjukkan bahwa kamu proaktif dalam mencari peluang dan mengikuti perkembangan perusahaan.
Setelah itu, sebutkan posisi spesifik yang kamu lamar. Jangan sampai salah posisi ya! Lalu, mulai jelaskan kualifikasi diri kamu yang relevan dengan posisi tersebut. Sebutkan riwayat pendidikan, pengalaman kerja (jika ada), keterampilan (skills) yang kamu miliki, dan potensi lain yang membuatmu layak dipertimbangkan. Hubungkan kualifikasi kamu dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan. Gunakan bahasa yang sopan namun meyakinkan. Jelaskan mengapa kamu tertarik pada posisi tersebut dan mengapa kamu yakin bisa berkontribusi pada perusahaan.
Penutup: Harapan dan Terima Kasih¶
Setelah memaparkan kualifikasi diri, saatnya masuk ke bagian penutup. Ulangi kembali ketertarikan kamu terhadap posisi yang dilamar dan sampaikan harapan untuk bisa mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, seperti wawancara. Contoh kalimatnya bisa seperti: “Besar harapan saya untuk dapat diberikan kesempatan mengikuti proses seleksi lebih lanjut agar dapat menjelaskan potensi diri saya secara lebih rinci.” Ini menunjukkan bahwa kamu aktif menunggu kabar baik dari perusahaan.
Akhiri surat dengan ucapan terima kasih atas waktu dan perhatian yang telah diberikan oleh pihak perusahaan dalam membaca surat lamaranmu. Gunakan kalimat yang sopan seperti “Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.” Terakhir, bubuhkan salam penutup seperti “Hormat saya,” atau “Dengan hormat,” diikuti dengan tanda tangan kamu di atas nama lengkap. Pastikan tanda tangan dan nama lengkap terbaca jelas. Bagian penutup ini meninggalkan kesan baik dan menunjukkan etika profesional kamu.
Langkah-langkah Menulis Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan yang Rapi¶
Menulis surat lamaran tulis tangan itu gampang-gampang susah. Gampang karena formatnya standar, susahnya itu menjaga kerapian dari awal sampai akhir. Salah satu langkah pertama yang krusial adalah membuat draf di kertas lain terlebih dahulu. Jangan langsung menulis di kertas final! Draf ini berguna untuk menyusun kalimat, memastikan semua informasi penting sudah masuk, dan menghindari coretan saat menulis di kertas yang sebenarnya. Kamu bisa mencoba berbagai susunan kalimat di draf ini sampai kamu merasa paling pas dan meyakinkan.
Setelah draf selesai dan kamu yakin dengan isinya, siapkan kertas dan alat tulis terbaik. Pilih kertas berkualitas baik, sebaiknya berwarna putih polos dan tidak lecek. Gunakan pulpen bertinta hitam atau biru tua. Pastikan pulpennya lancar menulis dan tidak mudah bocor atau luntur. Beberapa orang bahkan berlatih menulis surat tersebut berkali-kali di kertas bekas agar terbiasa dengan alur dan menjaga kecepatan serta kerapian tulisan. Ini terdengar melelahkan, tapi hasilnya worth it demi surat lamaran yang sempurna.
Saat menulis di kertas final, usahakan menulis dalam satu tarikan napas per kalimat atau per ide agar konsentrasi terjaga dan tulisan tetap konsisten. Hindari terburu-buru. Berikan spasi yang cukup antar baris dan antar paragraf agar surat tidak terlihat padat dan sulit dibaca. Jaga margin di setiap sisi kertas agar surat terlihat seimbang dan profesional. Jika kamu merasa tanganmu mudah berkeringat, alasi tangan dengan kertas lain saat menulis untuk menghindari noda sidik jari atau coretan tinta yang tidak sengaja. Ingat, kerapian adalah kunci utama surat lamaran tulis tangan.
Contoh Lengkap Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan¶
Berikut ini adalah contoh surat lamaran kerja di PT sebagai karyawan yang ditulis tangan. Perhatikan setiap bagiannya dan sesuaikan dengan data diri serta posisi yang kamu lamar.
[Kota], [Tanggal]
Perihal : Lamaran Kerja
Lampiran : Satu Berkas
Kepada Yth.
[Jabatan Penerima Surat, misal: Manajer Sumber Daya Manusia]
PT [Nama Perusahaan Lengkap]
[Alamat Lengkap Perusahaan, misal: Jalan Merdeka No. 10, Jakarta Pusat]
Dengan hormat,
Sehubungan dengan adanya informasi lowongan pekerjaan yang saya peroleh dari [Sebutkan Sumber Informasi, misal: situs web PT Maju Bersama atau koran Kompas tanggal 20 Oktober 2023] untuk posisi [Sebutkan Posisi yang Dilamar, misal: Staf Administrasi], dengan ini saya bermaksud mengajukan diri untuk mengisi posisi tersebut di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Saya adalah lulusan [Sebutkan Pendidikan Terakhir, misal: S1 Akuntansi dari Universitas Indonesia] dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) [Sebutkan IPK jika memungkinkan dan relevan, misal: 3.50]. Saya memiliki pengalaman kerja selama [Sebutkan Lama Pengalaman Kerja jika ada, misal: 2 tahun] sebagai [Sebutkan Posisi Sebelumnya, misal: Admin Keuangan] di [Sebutkan Nama Perusahaan Sebelumnya, misal: PT Sejahtera Abadi]. Selama bekerja, saya bertanggung jawab dalam [Sebutkan Beberapa Tanggung Jawab atau Pencapaian yang Relevan, misal: mengelola data keuangan, membuat laporan bulanan, dan mengoperasikan software akuntansi XYZ]. Saya menguasai [Sebutkan Keterampilan Relevan, misal: program Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint) dengan baik, administrasi perkantoran, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik]. Saya adalah individu yang **rajin**, **jujur**, **bertanggung jawab**, dan mampu bekerja baik secara **mandiri** maupun dalam **tim**.
Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu, bersama surat ini saya lampirkan beberapa dokumen penting, antara lain:
1. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)
2. Fotokopi Ijazah Terakhir
3. Fotokopi Transkrip Nilai
4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
5. Pas Foto terbaru ukuran [Sebutkan Ukuran Foto, misal: 4x6]
6. [Sebutkan dokumen lain yang relevan, misal: Sertifikat Pelatihan, Surat Keterangan Pengalaman Kerja]
Besar harapan saya untuk dapat diberikan kesempatan mengikuti proses seleksi lebih lanjut agar dapat menjelaskan potensi diri saya secara lebih rinci. Saya siap untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan PT [Nama Perusahaan Lengkap].
Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[Tanda Tangan]
[Nama Lengkap Kamu]
Ingat, contoh di atas adalah panduan. Kamu harus menyesuaikannya dengan data diri, pengalaman, dan posisi yang kamu lamar. Gunakan bahasa yang formal namun mudah dipahami.
Tips Jitu Agar Surat Lamaran Tulis Tangan Anda Memukau¶
Menulis surat lamaran kerja tulis tangan bukan sekadar memindahkan teks dari komputer ke kertas. Ada seni dan tips khusus agar suratmu terlihat profesional dan meninggalkan kesan positif. Ini tentang bagaimana kamu mempersembahkan diri melalui tulisan tanganmu. Setiap detail kecil bisa menjadi pembeda antara suratmu dengan surat pelamar lain. Mari kita bedah beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan.
Pemilihan Alat Tulis dan Kertas¶
Ini adalah dasar yang sering terlewat. Jangan gunakan sembarang pulpen dan kertas. Pilih pulpen dengan tinta hitam atau biru tua yang pekat dan tidak mudah luntur atau tembus ke belakang kertas. Pulpen gel atau rollerball seringkali memberikan hasil tulisan yang lebih rapi dan halus dibandingkan pulpen biasa. Hindari menggunakan pensil, spidol, atau pulpen dengan tinta berwarna-warni, ya! Kertas yang digunakan juga harus berkualitas baik. Kertas HVS standar 80 gsm biasanya sudah cukup, asalkan warnanya putih bersih dan permukaannya halus. Hindari kertas bergaris jika kamu merasa bisa menulis lurus tanpa garis bantu. Menggunakan kertas bergaris kadang malah membuat surat terlihat kurang formal.
Kerapian dan Kejelasan¶
Ini adalah aspek paling krusial dari surat lamaran tulis tangan. Tulisan tanganmu harus rapi dan jelas terbaca. Ini bukan lomba kaligrafi, tapi penerima surat harus bisa membaca setiap kata tanpa kesulitan. Hindari tulisan yang terlalu kecil, terlalu besar, terlalu miring, atau tidak konsisten ukurannya. Jika kamu merasa tulisan tanganmu kurang rapi, luangkan waktu untuk berlatih sebelum menulis surat final. Gunakan penggaris dan pensil tipis sebagai garis bantu jika diperlukan, lalu hapus garis pensil tersebut setelah tinta kering sempurna. Pastikan tidak ada coretan, tipe-X, atau noda di kertas. Surat yang bersih dan rapi menunjukkan bahwa kamu teliti dan menghargai proses melamar kerja.
Konten dan Bahasa¶
Meskipun ditulis tangan, konten surat tetap harus profesional. Gunakan bahasa Indonesia yang baku, sopan, dan efektif. Hindari penggunaan singkatan, bahasa gaul, atau emoticon (jelas ya!). Susun kalimat dengan jelas dan lugas. Langsung ke intinya: siapa kamu, posisi apa yang dilamar, kenapa kamu tertarik, dan apa kualifikasimu. Jangan bertele-tele. Periksa kembali grammar dan ejaan sebelum menulis versi final. Kesalahan tata bahasa atau ejaan di surat lamaran, apalagi yang ditulis tangan, bisa memberi kesan bahwa kamu ceroboh atau kurang memperhatikan detail.
Proofreading¶
Langkah terakhir yang sering dilupakan tapi sangat penting adalah proofreading. Setelah selesai menulis surat lamaran, baca kembali dengan teliti dari awal sampai akhir. Periksa apakah ada kata yang salah tulis, kalimat yang kurang efektif, atau informasi yang terlewat. Minta teman atau anggota keluarga untuk ikut membaca jika memungkinkan. Mata yang lain seringkali bisa menemukan kesalahan yang luput dari perhatian kita sendiri. Jangan ragu untuk mengulang menulis surat dari awal jika ada kesalahan fatal yang tidak bisa diperbaiki tanpa coretan. Lebih baik meluangkan waktu ekstra untuk menulis ulang daripada mengirim surat yang cacat.
Kelebihan dan Kekurangan Surat Lamaran Tulis Tangan¶
Menggunakan surat lamaran tulis tangan punya sisi positif dan negatifnya. Memahami keduanya bisa membantumu memutuskan (jika diberi pilihan) atau mempersiapkan diri jika memang diwajibkan.
Kelebihan:
* Menunjukkan Keseriusan & Usaha: Membuatnya butuh waktu dan tenaga lebih, ini menunjukkan kamu really want the job.
* Lebih Personal & Otentik: Tulisan tangan dianggap lebih personal dibandingkan ketikan massal, bisa memberi kesan otentik.
* Potensi Menonjol: Di tengah tumpukan lamaran ketikan, surat tulis tangan bisa jadi lebih memorable.
* Penilaian Karakter Awal: Beberapa perusahaan percaya tulisan tangan bisa memberi gambaran awal tentang kerapian dan ketelitian pelamar.
Kekurangan:
* Risiko Ketidakrapian: Jika tulisan tanganmu memang kurang rapi, ini bisa jadi bumerang.
* Mudah Cacat: Satu kesalahan kecil bisa mengharuskanmu mengulang seluruh surat.
* Sulit Digandakan/Diedit: Tidak bisa sekadar copy-paste atau edit cepat.
* Kurang Efisien: Membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pembuatan dibandingkan mengetik.
* Aspek Subjektif: Penilaian kerapian tulisan bisa sangat subjektif bagi setiap rekruter.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Surat Lamaran Tulis Tangan?¶
Pertanyaan penting, kapan sebenarnya kita perlu menggunakan surat lamaran tulis tangan? Jawabannya paling pasti adalah ketika perusahaan secara eksplisit memintanya. Jika lowongan kerja dengan jelas menyebutkan “Lamaran ditulis tangan”, maka kamu wajib mematuhinya. Mengabaikan instruksi ini akan langsung menggugurkan lamaranmu. Selain itu, beberapa jenis perusahaan atau industri, terutama yang masih memegang teguh tradisi atau ingin melihat sisi personal pelamar sejak awal, mungkin lebih menghargai surat lamaran tulis tangan meskipun tidak diwajibkan.
Misalnya, beberapa perusahaan manufaktur yang sangat menekankan ketelitian atau perusahaan yang bergerak di bidang seni atau kerajinan tradisional. Di sisi lain, perusahaan startup teknologi atau perusahaan multinasional modern cenderung lebih menyukai lamaran via email dengan format digital. Namun, intinya adalah selalu baca dengan teliti persyaratan lowongan kerja. Jika tidak disebutkan secara spesifik, umumnya surat lamaran ketikan sudah memadai dan lebih disukai karena kemudahan dalam proses seleksi oleh HRD.
Fakta Menarik Seputar Tulisan Tangan¶
Tahukah kamu, ada bidang ilmu khusus yang mempelajari tulisan tangan, namanya Grafologi? Meskipun penggunaannya dalam rekrutmen masih diperdebatkan dan tidak selalu akurat secara ilmiah untuk memprediksi kepribadian atau kinerja, beberapa rekruter mungkin punya pemahaman dasar tentang grafologi atau sekadar punya feeling berdasarkan first impression dari tulisan tangan. Misalnya, tulisan yang konsisten dianggap menunjukkan kedisiplinan, sementara tulisan yang terlalu kecil atau tidak jelas bisa diartikan macam-macam.
Fakta menarik lainnya, menulis dengan tangan ternyata melibatkan area otak yang berbeda dibandingkan mengetik. Proses fisik memegang pulpen dan membentuk huruf bisa membantu memperkuat memori dan kemampuan belajar. Mungkin ini salah satu alasan kenapa beberapa institusi pendidikan atau perusahaan masih melihat nilai dalam tulisan tangan. Ini bukan cuma tentang kerapian, tapi juga tentang proses kognitif di baliknya. Jadi, saat kamu menulis surat lamaran itu, kamu sebenarnya sedang melatih otakmu!
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari¶
Menulis surat lamaran tulis tangan itu rawan kesalahan. Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dan wajib kamu hindari:
- Tulisan Tidak Rapi atau Sulit Dibaca: Ini kesalahan paling fatal. Suratmu tidak akan dibaca jika rekruter kesulitan memahami isinya.
- Ada Coretan atau Tipe-X: Menunjukkan ketidakhati-hatian. Usahakan surat bersih dari coretan. Jika salah, ulangi menulis dari awal.
- Format Tidak Sesuai: Penempatan tanggal, alamat, perihal, atau bagian-bagian lain yang salah bisa membuat surat terlihat tidak profesional.
- Tata Bahasa dan Ejaan Salah: Kesalahan ini menurunkan kredibilitasmu. Lakukan proofreading berkali-kali.
- Menggunakan Alat Tulis yang Salah: Tinta luntur, pulpen macet, atau kertas lecek akan merusak tampilan surat.
- Isi Surat Tidak Relevan: Jangan hanya menyalin contoh. Sesuaikan isi surat dengan kualifikasi dan posisi yang kamu lamar.
- Tidak Menyertakan Dokumen Pendukung: Pastikan lampiran yang disebutkan di surat benar-benar ada dan lengkap.
Melampirkan Dokumen Pendukung¶
Surat lamaran adalah pengantar. Dokumen penting yang menjelaskan kualifikasimu secara detail adalah lampiran. Pastikan kamu melampirkan semua dokumen yang diminta oleh perusahaan. Umumnya, dokumen yang dilampirkan meliputi:
- Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae): Ini bisa ditulis tangan atau diketik, tergantung instruksi. CV berisi detail pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan, dan keterampilan.
- Fotokopi Ijazah dan Transkrip Nilai: Bukti pendidikan terakhirmu. Legalisir jika diminta.
- Fotokopi KTP: Identitas diri.
- Pas Foto Terbaru: Biasanya ukuran 4x6 atau 3x4. Tempelkan di CV atau surat lamaran jika ada kolomnya, atau masukkan ke dalam map.
- Sertifikat Pendukung: Jika punya sertifikat pelatihan, kursus, atau penghargaan yang relevan, lampirkan juga.
- Surat Keterangan Pengalaman Kerja: Jika punya pengalaman kerja, lampirkan surat ini sebagai bukti.
Masukkan semua dokumen ini bersama surat lamaran ke dalam amplop coklat. Tuliskan nama lengkap kamu dan posisi yang dilamar di bagian depan amplop. Pastikan amplop disegel dengan rapi dan dikirimkan sesuai instruksi, apakah diantar langsung, via pos, atau kurir.
Menyiapkan surat lamaran kerja tulis tangan memang butuh ekstra perhatian dan kesabaran. Tapi, jika dilakukan dengan benar, ini bisa menjadi cara efektif untuk menunjukkan dedikasi dan profesionalisme kamu di mata perusahaan.
Apakah kamu pernah melamar kerja menggunakan surat tulis tangan? Bagikan pengalaman dan tips kamu di kolom komentar!
Posting Komentar