Panduan Lengkap: Contoh Surat Keterangan Usaha dari Desa untuk UMKM + Download Gratis!
Buat kamu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, terutama yang beroperasi di tingkat desa atau kelurahan, pasti nggak asing lagi sama yang namanya Surat Keterangan Usaha atau SKU. Nah, SKU ini punya peran penting banget lho, sebagai “akte kelahiran” pertama buat usahamu di mata pemerintah setempat. SKU ini dikeluarkan oleh pihak desa atau kelurahan dan jadi bukti legalitas awal bahwa usahamu itu beneran ada dan beroperasi di wilayah mereka.
Image just for illustration
SKU dari desa ini biasanya jadi salah satu syarat utama kalau kamu mau mengurus perizinan lanjutan, mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan, ikut program pemberdayaan UMKM dari pemerintah, bahkan sekadar buka rekening bank atas nama usaha. Jadi, bisa dibilang SKU ini adalah pondasi awal legalitas bisnismu. Proses ngurusnya juga relatif mudah dan cepat di tingkat desa atau kelurahan, asalkan semua persyaratannya lengkap. Makanya, jangan tunda-tunda buat ngurus SKU ya kalau usahamu sudah berjalan.
Kenapa SKU dari Desa Penting Buat UMKM?¶
Pentingnya SKU ini bukan cuma sekadar punya selembar kertas bukti, tapi punya banyak impact positif buat perkembangan usahamu. SKU ini memberikan kepastian hukum awal bahwa usahamu itu valid dan diakui keberadaannya oleh aparat desa atau kelurahan. Ini beda lho sama jualan yang sifatnya insidental atau musiman, punya SKU menunjukkan niatmu untuk menjalankan usaha secara serius dan berkelanjutan.
Manfaat utama punya SKU dari desa itu banyak:
- Akses Pembiayaan: Bank atau lembaga keuangan non-bank biasanya menjadikan SKU sebagai salah satu syarat awal untuk pengajuan kredit modal usaha atau pinjaman. Ini penting banget kalau kamu butuh suntikan dana buat ngembangin bisnismu.
- Mengurus Perizinan Lanjutan: Untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) atau izin edar produk (seperti P-IRT untuk makanan/minuman), SKU seringkali jadi dokumen dasar yang diminta.
- Ikut Program Pemerintah: Banyak program bantuan, pelatihan, atau pemberdayaan UMKM dari pemerintah pusat maupun daerah mensyaratkan pesertanya punya legalitas usaha, dan SKU adalah bentuk legalitas paling dasar.
- Kepercayaan Pelanggan & Mitra: Punya SKU bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan atau calon mitra bisnis, karena usahamu dianggap lebih serius dan terdaftar.
- Buka Rekening Bank Usaha: Beberapa bank mungkin meminta SKU kalau kamu mau membuka rekening atas nama usaha, bukan rekening pribadi. Ini penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha.
Bayangin deh, kalau kamu mau pinjam modal ke bank tapi nggak punya SKU, bank pasti akan mikir dua kali buat ngasih pinjaman. Atau kalau ada pelatihan gratis buat UMKM di desamu, tapi kamu nggak punya SKU, bisa-bisa kamu nggak bisa daftar. Jadi, SKU ini bukan cuma birokrasi, tapi pintu gerbang buat banyak kesempatan dan fasilitas.
Dokumen yang Biasa Diminta untuk Mengurus SKU Desa¶
Mengurus SKU di tingkat desa atau kelurahan itu umumnya nggak rumit dan nggak butuh biaya yang besar, bahkan di banyak tempat digratiskan. Tapi, ada beberapa dokumen yang wajib kamu siapkan sebelum datang ke kantor desa/kelurahan. Persyaratan ini bisa sedikit berbeda antara satu desa/kelurahan dengan yang lain, tergantung kebijakan setempat, tapi secara umum sih nggak jauh beda.
Dokumen-dokumen yang sering diminta antara lain:
| No. | Dokumen yang Dibutuhkan | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Surat Pengantar dari RT/RW | Mengkonfirmasi domisili dan keberadaan usaha. Biasanya didapat dari ketua RT/RW setempat. |
| 2 | Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) | KTP pemilik usaha yang masih berlaku. |
| 3 | Fotokopi Kartu Keluarga (KK) | Kartu Keluarga pemilik usaha. |
| 4 | Surat Permohonan (kalau diminta) | Beberapa desa mungkin meminta surat permohonan resmi dari pemohon. |
| 5 | Foto Lokasi Usaha | Bukti visual keberadaan lokasi usaha (kalau ada lokasi fisik). |
| 6 | Materai Secukupnya | Untuk ditempelkan pada surat permohonan atau SKU itu sendiri (tergantung kebijakan). |
| 7 | Surat Pernyataan Belum Memiliki Izin Lain | Menyatakan bahwa usaha tersebut belum memiliki izin usaha formal lainnya (seperti NIB). |
Catatan: Selalu cek kembali ke kantor desa/kelurahan setempat untuk daftar persyaratan paling up-to-date.
Kadang, pihak desa/kelurahan mungkin akan melakukan survei singkat ke lokasi usahamu untuk memastikan data yang kamu berikan valid. Proses ini juga sekaligus jadi ajang silaturahmi dan pendataan potensi UMKM di wilayah mereka. Jadi, siapkan saja dokumen-dokumen di atas dengan lengkap biar prosesnya lancar jaya!
Langkah-Langkah Mengurus SKU di Desa¶
Setelah dokumen siap, kamu tinggal datang ke kantor desa atau kelurahan tempat usahamu berada. Berikut tahapan umum mengurus SKU:
- Datangi Kantor Desa/Kelurahan: Bawa semua dokumen persyaratan yang sudah kamu siapkan.
- Temui Petugas Pelayanan: Sampaikan maksud kedatanganmu untuk mengurus Surat Keterangan Usaha.
- Serahkan Dokumen: Petugas akan memeriksa kelengkapan dokumenmu. Pastikan semuanya sudah sesuai.
- Isi Formulir (jika ada): Beberapa desa/kelurahan mungkin punya formulir khusus yang harus diisi terkait data usaha dan pemilik.
- Proses Verifikasi: Petugas akan memverifikasi data dan mungkin melakukan survei lokasi usaha (ini nggak selalu dilakukan, tergantung kebijakan dan kondisi).
- Penerbitan SKU: Jika semua data valid dan persyaratan lengkap, petugas akan memproses penerbitan SKU. SKU ini akan ditandatangani oleh Kepala Desa atau Lurah, atau pejabat yang ditunjuk.
- Pengambilan SKU: SKU yang sudah jadi bisa langsung diambil. Biasanya prosesnya nggak memakan waktu lama, kadang bisa selesai di hari yang sama kalau nggak antri.
Tips: Datanglah pada jam kerja pelayanan publik kantor desa/kelurahan. Bersikap sopan dan siapkan informasi detail tentang usahamu (nama usaha, jenis usaha, lokasi, tahun berdiri, perkiraan omset/aset) karena kemungkinan akan ditanya.
Struktur dan Isi Contoh SKU Desa¶
SKU itu formatnya nggak baku banget, tapi ada beberapa bagian standar yang pasti ada di setiap SKU yang dikeluarkan desa/kelurahan. Mengetahui struktur ini bikin kamu paham informasi apa saja yang tertera di sana.
Berikut adalah struktur umum SKU:
- Kop Surat: Bagian paling atas yang berisi nama instansi penerbit (Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan), alamat lengkap, dan logo (jika ada).
- Judul Surat: Biasanya “Surat Keterangan Usaha” atau “Surat Keterangan Domisili Usaha”.
- Nomor Surat: Kode unik surat yang dikeluarkan oleh instansi tersebut, penting untuk arsip.
- Yang Bertanda Tangan di Bawah Ini: Bagian yang menyebutkan identitas pejabat yang berwenang mengeluarkan surat (misalnya, Kepala Desa/Lurah) beserta jabatannya.
- Menerangkan Bahwa: Bagian inti yang berisi informasi tentang pemilik usaha: nama lengkap, NIK, tempat/tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan, agama, pekerjaan, alamat lengkap (sesuai KTP).
- Keterangan Usaha: Bagian yang menjelaskan detail usaha: nama usaha, jenis/bidang usaha, lokasi usaha (alamat lengkap), mulai beroperasi sejak kapan.
- Tujuan/Keperluan: Menyebutkan tujuan dikeluarkannya SKU ini, misalnya “untuk melengkapi persyaratan pengajuan pinjaman”, “untuk keperluan pendaftaran NIB”, dll.
- Pernyataan Penggunaan: Kadang ada klausul yang menyatakan bahwa surat ini hanya berlaku untuk keperluan yang disebutkan dan tidak boleh disalahgunakan.
- Masa Berlaku: Beberapa SKU mencantumkan masa berlaku (misalnya, 1 tahun sejak tanggal terbit), meskipun ada juga yang tidak mencantumkan masa berlaku eksplisit.
- Penutup: Kalimat penutup standar seperti “Demikian surat keterangan ini dibuat…”, dll.
- Tempat dan Tanggal: Lokasi dan tanggal surat dikeluarkan.
- Tanda Tangan dan Stempel: Tanda tangan pejabat yang berwenang dan stempel resmi desa/kelurahan.
Memahami bagian-bagian ini membantumu saat memeriksa SKU yang sudah jadi, memastikan semua data tercantum dengan benar.
Contoh Surat Keterangan Usaha dari Desa¶
Oke, sekarang kita lihat contoh format Surat Keterangan Usaha dari desa. Ini hanya contoh ya, format aslinya bisa bervariasi.
[Kop Surat]
PEMERINTAH KABUPATEN [Nama Kabupaten]
KECAMATAN [Nama Kecamatan]
DESA [Nama Desa]
Alamat Lengkap Desa: [Jalan, Nomor, RT/RW, Kode Pos]
Telp/Email: [Jika ada]
SURAT KETERANGAN USAHA
Nomor: [Nomor Urut]/[Kode Desa]/[Bulan Romawi]/[Tahun]
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [Nama Lengkap Kepala Desa/Lurah]
Jabatan : Kepala Desa [Nama Desa] / Lurah [Nama Kelurahan]
Alamat : [Alamat Kantor Desa/Kelurahan]
Dengan ini menerangkan bahwa:
Nama Lengkap : [Nama Lengkap Pemilik Usaha]
NIK : [Nomor Induk Kependudukan Pemilik Usaha]
Tempat, Tanggal Lahir: [Tempat Lahir], [Tanggal Lahir]
Jenis Kelamin : [Laki-laki/Perempuan]
Status Perkawinan: [Status Perkawinan]
Agama : [Agama]
Pekerjaan : [Pekerjaan sesuai KTP, misal: Wiraswasta]
Alamat Lengkap : [Alamat Lengkap Pemilik Usaha sesuai KTP]
No. Telp : [Nomor Telepon Pemilik Usaha]
Bahwa nama tersebut di atas benar adalah warga kami yang berdomisili di alamat tersebut, dan memiliki usaha sebagai berikut:
Nama Usaha : [Nama Usaha, misal: Warung Makan “Nikmat Rasa”]
Jenis/Bidang Usaha: [Contoh: Warung Makan / Toko Kelontong / Usaha Kerajinan / Jasa Jahit]
Lokasi Usaha : [Alamat Lengkap Lokasi Usaha, bisa sama atau beda dengan alamat pemilik]
Mulai Beroperasi Sejak: [Tanggal/Bulan/Tahun Mulai Beroperasi]
Menurut pengamatan kami, usaha tersebut benar adanya dan beroperasi di wilayah Desa [Nama Desa] / Kelurahan [Nama Kelurahan].
Surat Keterangan Usaha ini dibuat untuk keperluan [Sebutkan Keperluan, contoh: Pengajuan Permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank [Nama Bank]].
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Apabila di kemudian hari terdapat ketidaksesuaian data, surat ini dinyatakan tidak berlaku.
Dikeluarkan di : [Nama Desa/Kelurahan]
Pada Tanggal : [Tanggal Surat Dikeluarkan]
Kepala Desa [Nama Desa] / Lurah [Nama Kelurahan]
[Tanda Tangan dan Stempel Resmi]
[Nama Lengkap Kepala Desa/Lurah]
Penjelasan Singkat Bagian-bagian Contoh:
- Kop Surat: Identitas resmi pemerintah desa/kelurahan yang mengeluarkan surat.
- Nomor Surat: Nomor registrasi surat di kantor desa, penting untuk pelacakan dan arsip.
- Yang Bertanda Tangan: Menegaskan siapa pejabat yang bertanggung jawab atas surat ini.
- Menerangkan Bahwa: Data diri lengkap pemilik usaha sesuai KTP.
- Keterangan Usaha: Detail spesifik tentang usaha yang dijalankan. Pastikan nama dan jenis usaha ditulis jelas. Lokasi usaha ini krusial.
- Keperluan: Bagian ini sangat penting. Tuliskan tujuan spesifik kamu butuh SKU ini. Misalnya, “melengkapi syarat pendaftaran NIB,” “mengajukan KUR,” “syarat pendirian badan usaha,” dll. Penulisan keperluan yang jelas membantu pihak yang menerima SKU.
- Masa Berlaku: Kalau dicantumkan, perhatikan tanggalnya. Jika tidak, biasanya dianggap berlaku selama kondisi data tidak berubah atau sampai ada peraturan baru.
- Tanda Tangan & Stempel: Ini yang melegalkan surat tersebut. Pastikan ada tanda tangan basah dan stempel resmi.
SKU Desa vs. NIB OSS: Apa Bedanya dan Kapan Perlu yang Mana?¶
Nah, kadang ada kebingungan nih antara SKU dari desa/kelurahan sama Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sekarang diurus via sistem Online Single Submission (OSS). Keduanya sama-sama bukti legalitas usaha, tapi level dan fungsinya beda.
SKU Desa/Kelurahan:
- Level paling dasar.
- Dikeluarkan oleh pemerintah desa/kelurahan.
- Proses manual (datang ke kantor desa) meskipun beberapa sudah online.
- Fungsi utamanya sebagai bukti domisili dan keberadaan usaha di wilayah tersebut.
- Biasanya cukup untuk keperluan awal seperti mengajukan pinjaman mikro, syarat dasar program desa, atau pendaftaran yang skalanya kecil.
NIB OSS:
- Level lebih tinggi, setara akta pendirian perusahaan (untuk skala mikro dan kecil).
- Dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui sistem OSS.
- Proses sepenuhnya online via website OSS (oss.go.id).
- Berlaku nasional.
- NIB ini menggantikan banyak izin dasar (seperti Surat Izin Usaha Perdagangan - SIUP, Tanda Daftar Perusahaan - TDP, Surat Keterangan Domisili Usaha - SKDU dari Kelurahan/Kecamatan - tapi SKU dari Desa masih sering diminta sebagai syarat awal di lapangan).
- NIB jadi gerbang untuk mengurus izin-izin operasional dan komersial lainnya.
Kapan Perlu SKU Desa?
- Saat kamu baru memulai usaha dan butuh bukti awal domisili untuk mengurus sesuatu yang sangat lokal atau skala kecil (misal: bantuan program desa, persyaratan di koperasi unit desa).
- Sebagai salah satu dokumen pendukung awal untuk mengurus NIB OSS, terutama jika alamat usaha masih berbasis di perumahan atau belum punya surat sewa/hak milik yang formal. Beberapa daerah masih mensyaratkan SKU desa/kelurahan sebagai dasar pengajuan NIB.
- Untuk pengajuan pinjaman ke lembaga keuangan mikro atau bank yang masih mensyaratkan SKU desa sebagai bukti awal keberadaan usaha.
Kapan Perlu NIB OSS?
- Kalau kamu mau mengembangkan usaha, jangkauan pasarnya lebih luas, atau butuh akses pembiayaan dari bank umum.
- Saat kamu butuh izin edar (P-IRT, BPOM), izin operasional, atau izin komersial lainnya. NIB adalah kunci untuk proses ini di OSS.
- Jika kamu ingin usahamu lebih diakui secara nasional dan terintegrasi dengan sistem perizinan pemerintah pusat.
Intinya, SKU desa itu level dasar yang bisa kamu urus pertama kali, sementara NIB OSS itu langkah selanjutnya yang lebih powerful dan mencakup perizinan yang lebih luas. Idealnya, setelah punya SKU, langkah selanjutnya adalah mengurus NIB via OSS, apalagi sekarang mengurus NIB untuk skala mikro dan kecil itu mudah dan gratis!
Image just for illustration
Fakta Menarik Seputar UMKM dan Legalitas di Indonesia¶
Ngomongin soal UMKM dan legalitasnya, ada beberapa fakta menarik yang mungkin perlu kamu tahu:
- Kontribusi Besar: UMKM menyumbang kontribusi yang signifikan banget buat PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia. Data Kemenkop UKM menunjukkan kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai lebih dari 60%! Ini menunjukkan betapa pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional.
- Penyerap Tenaga Kerja: UMKM adalah sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia. Dengan adanya legalitas seperti SKU dan NIB, harapannya semakin banyak UMKM yang berkembang dan bisa membuka lapangan kerja lebih banyak lagi.
- Masih Banyak yang Belum Berizin Formal: Meskipun kontribusinya besar, masih banyak UMKM yang belum memiliki izin usaha formal seperti NIB. Salah satu alasannya karena anggapan prosesnya rumit atau nggak tahu cara mengurusnya. Padahal, pemerintah sudah mempermudah dengan sistem OSS.
- Pentingnya SKU untuk Akses Modal: Survei menunjukkan bahwa salah satu kendala terbesar UMKM adalah akses ke modal. Legalitas usaha, dimulai dari SKU, adalah kunci untuk membuka akses tersebut ke lembaga keuangan formal.
Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa mengurus legalitas usahamu, termasuk SKU, itu bukan cuma kewajiban tapi juga investasi untuk pertumbuhan bisnismu dan kontribusimu buat ekonomi lokal maupun nasional.
Tips Tambahan Saat Mengurus SKU Desa¶
Biar proses ngurus SKU-mu lancar, nih ada beberapa tips tambahan:
- Datang Langsung: Lebih baik datang sendiri ke kantor desa/kelurahan daripada menyuruh orang lain (kecuali kalau ada kuasa). Dengan datang sendiri, kamu bisa langsung bertanya kalau ada yang kurang jelas.
- Siapkan Data Detail: Selain dokumen, siapkan juga informasi lisan tentang usahamu. Misalnya, omset rata-rata (kalau ditanya), jumlah karyawan (kalau ada), atau cerita singkat tentang bisnismu. Ini menunjukkan kamu serius.
- Bersikap Ramah dan Sopan: Petugas di kantor desa/kelurahan adalah pelayan masyarakat. Bersikap ramah akan membuat prosesnya lebih nyaman.
- Periksa Kembali SKU yang Sudah Jadi: Begitu SKU selesai dicetak dan ditandatangani, periksa semua data yang tertera: namamu, alamat, nama usaha, jenis usaha, lokasi usaha, dan keperluan. Pastikan tidak ada salah ketik.
- Fotokopi SKU: Setelah dapat SKU asli, segera fotokopi beberapa lembar dan legalisir (jika diperlukan) di kantor desa/kelurahan. Simpan dokumen asli di tempat yang aman. Fotokopi ini yang biasanya kamu pakai untuk persyaratan di tempat lain.
- Simpan Nomor Kontak Kantor Desa: Kalau sewaktu-waktu butuh konfirmasi atau ada perubahan data, kamu punya nomor kontak yang bisa dihubungi.
- Tanyakan Masa Berlaku: Kalau di SKU tidak tertera masa berlaku, tanyakan ke petugas apakah ada batas waktunya atau berlaku terus menerus selama usaha masih ada.
Dengan persiapan yang matang dan mengikuti tips ini, proses mengurus SKU di desa/kelurahan pasti akan lebih mudah dan cepat.
Setelah SKU, Lanjut Kemana? Mengurus NIB dan Perizinan Lain¶
Mendapatkan SKU dari desa adalah langkah awal yang bagus. Tapi, kalau kamu mau usaha makin berkembang dan diakui lebih luas, jangan berhenti sampai di situ. Langkah selanjutnya yang paling direkomendasikan adalah mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS.
Kenapa NIB penting?
- NIB adalah identitas usahamu di tingkat nasional.
- Dengan NIB, kamu otomatis terdaftar di basis data pemerintah.
- NIB mempermudah pengurusan izin-izin lain yang mungkin kamu butuhkan (misalnya P-IRT untuk produk makanan/minuman, izin edar BPOM, Sertifikat Halal, izin lingkungan, dll.) yang semuanya terintegrasi di OSS.
- NIB memudahkan akses ke program-program pembinaan dan bantuan dari pemerintah pusat.
Proses mengurus NIB OSS untuk skala usaha mikro dan kecil itu gratis dan cepat kalau datanya lengkap. Kamu hanya perlu akses internet dan dokumen seperti KTP, NPWP (kalau sudah punya), dan informasi detail usahamu. Di sinilah SKU dari desa bisa berperan, kadang dibutuhkan sebagai bukti domisili usaha saat mendaftar di OSS, terutama jika alamat usaha kamu masih di rumah dan belum memiliki surat kepemilikan/sewa yang lebih formal.
Selain NIB, tergantung jenis usahamu, mungkin kamu juga perlu mengurus perizinan spesifik lainnya seperti:
- P-IRT: untuk produk makanan/minuman industri rumah tangga.
- Sertifikat Halal: penting untuk produk yang dikonsumsi mayoritas penduduk Indonesia dan untuk pasar ekspor ke negara mayoritas muslim.
- Merek Dagang: untuk melindungi nama dan logo bisnismu.
- NPWP Usaha: untuk kewajiban perpajakan.
Mengurus legalitas secara bertahap ini akan membuat usahamu semakin kuat pondasinya dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Image just for illustration
Pentingnya Pendataan UMKM di Tingkat Desa¶
Proses penerbitan SKU ini juga punya manfaat besar buat pemerintah desa atau kelurahan lho. Dengan adanya pengurusan SKU, pemerintah desa jadi punya data base UMKM di wilayah mereka. Data ini sangat berharga untuk:
- Pemetaan Potensi Ekonomi: Desa bisa tahu ada jenis usaha apa saja yang berkembang di wilayahnya, seberapa banyak, dan di mana lokasinya.
- Perencanaan Program: Data UMKM ini bisa jadi dasar bagi pemerintah desa untuk membuat program-program yang nyambung dan dibutuhkan oleh UMKM, misalnya pelatihan, akses pasar, atau bantuan modal skala desa.
- Pengembangan Kawasan: Dengan tahu sebaran UMKM, desa bisa merencanakan pengembangan kawasan ekonomi lokal atau pusat-pusat produksi.
- Akses Informasi: Pemerintah desa jadi punya kontak UMKM-nya, sehingga lebih mudah menyampaikan informasi terkait program pemerintah di tingkat atas atau peluang-peluang lainnya.
Jadi, dengan kamu mengurus SKU, kamu nggak cuma melegalkan usahamu sendiri, tapi juga turut berkontribusi dalam pendataan dan pengembangan potensi ekonomi di desamu. Keren kan?
Penutup¶
Surat Keterangan Usaha atau SKU dari desa/kelurahan adalah langkah awal yang fundamental dalam melegalkan bisnismu sebagai pelaku UMKM. Proses pengurusannya yang relatif mudah dan cepat, serta persyaratan yang tidak memberatkan, menjadikan SKU sebagai pondasi penting untuk mengakses berbagai peluang, mulai dari pembiayaan hingga program pemerintah. Jangan sepelekan selembar kertas ini, karena SKU bisa jadi pintu gerbang buat usahamu naik level. Setelah SKU di tangan, segera pertimbangkan untuk mengurus NIB melalui OSS agar legalitas usahamu semakin kuat dan diakui secara nasional.
Gimana pengalamanmu mengurus SKU di desa atau kelurahan? Atau mungkin ada pertanyaan seputar pengurusan SKU atau legalitas UMKM lainnya? Yuk, share di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar